Berita CESS Unpad

Tingkatkan Kehati di Jawa Barat, Cess Unpad Adakan Kerjasama dengan PT Biofarma.

Keanekaragaman hayati merupakan salah satu aset yang dimiliki oleh Indonesia karena menjadi modal dalam melaksanakan pembangunan. Saat ini, tekanan terhadap keberadaan keanekaragaman hayati di Indonesia semakin masif. Isu tersebut ditunjukkan dengan banyak munculnya kejadian berkurangnya keanekaragaman spesies dan penurunan status konservasi spesies akibat penurunan populasinya di alam. 

Kajian Kelayakan Penertiban dan Penataan Keramba Jaring Apung (KJA) Waduk Cirata.

Waduk Cirata merupakan salah satu waduk multiguna dengan fungsi utama adalah sebagai pembangkit listrik dengan kapasitas produksi 1.428 GWh/tahun. Selain itu Waduk Cirata pun memiliki 2 fungsi lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu sebagai pengairan irigasi dan budidaya ikan air tawar melalui teknik keramba jaring apung (KJA). Berdasarkan pada hasil sensus yang dilakukan oleh Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC) tahun 2019 terdapat 93.641 petak KJA. 

Antisipasi Perubahan Iklim, Cess Adakan Pelatihan Perencanaan Lingkungan dalam Pembangunan.

Indonesia termasuk negara yang berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan berkelanjutan, maka implementasi green economy atau ‘ekonomi hijau’ merupakan suatu keharusan. Keseriusan Indonesia dalam mengimplementasikan green economy dalam kaitannya dengan pemanasan global dan perubahan iklim tampak dari rencana pemerintah Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Dalam mewujudkan rencana tersebut, Indonesia harus melakukan adaptasi

Studi Kelayakan Pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati Kota Cimahi.
Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup telah menetapkan Kawasan Cimenteng Kelurahan Cipageran sebagai lokasi Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Kota Cimahi. Program ini adalah salah satu upaya untuk memelihara dan melestarikan keanekaragaman hayati yang dimiliki Kota Cimahi. Keanekaragaman hayati dipahami sebagai variabilitas di antara mahluk hidup dan sistem ekologi dimana mahluk hidup tersebut menjadi salah satu komponennya. 
Cess Unpad Adakan Pelatihan Pengelolaan Lingkungan di Cirebon.

Kompleksitas masalah yang dihadapi pengelolaan lingkungan, keterkaitan diantara berbagai faktor penentunya, serta berbagai ketidakpastian yang ada dalam pengelolaan lingkungan memerlukan pemahaman yang menyeluruh terhadap langkah dan strategi pengelolaannya. Pertumbuhan penduduk yang meningkatkan ketergantungan terhadap sumberdaya alam dan lingkungan hidup, deplesi SDA dan degradasi lingkungan, berbagai bencana alam dan lingkungan, perubahan iklim.

Cess Unpad dan DLH Cirebon Selenggarakan Pelatihan Pengelolaan Persampahan.

Sebagai bagian dari langkah revolusi mental, sesuai Inpres 12/2016, telah dicanangkan “Gerakan Indonesia Bersih”, melalui aktivitas peningkatan perilaku bersih, menuju sehat lingkungan keluarga, satuan pendidikan, satuan kerja dan komunitasnya. Dengan target 100% kelola sampah di tahun 2025, terdiri atas 30% pengurangan sampah dan 70% penanganan sampah, saat ini kabupaten dan kota wajib menyusun dokumen kebijakan dan strategi daerah pengelolaan sampah.

Conference on Sustainability Science 2018 : From Theory to Practice.

Interkoneksi adalah salah satu kata kunci untuk memahami keberlanjutan. Khususnya dalam konteks mencapai hubungan manusia dan alam yang berkelanjutan. Interkoneksi bukan hanya tentang keterkaitan sistem yang berbeda (sistem alami dan sosial), tetapi lebih dari itu juga tentang saling ketergantungan. Inilah yang dimaksud dengan ekologi. Tanpa mengakui arti interkoneksi, diskusi tentang keberlanjutan akan berakhir tanpa hasil. Faktanya, keberlanjutan ekologis adalah dasar dari banyak pemikiran dan sains keberlanjutan.

Rektor Luncurkan Pusat Unggulan Lingkungan dan Ilmu Keberlanjutan.

Prof. Tri Hanggono Achmad meluncurkan Pusat Unggulan Inter and Transdiciplinary
Research on Environment and Sustainable Science di Ruang Serba Guna Lantai 4 Unpad, Jln. Dipati Ukur No.35 Bandung, Rabu (24/01). Agenda utama yang menjadi fokus salah satu pusat unggulan tersebut adalah mengatasi permasalahan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Berbagai penelitian Unpad mengenai kondisi Citarum akan diintegrasikan untuk selanjutnya bersama-sama memberikan kontribusi untuk Citarum.

Cess Unpad Berikan Penghargaan “Otto Soemarwoto Award” kepada Akademisi.

Pusat Unggulan Lingkungan dan Ilmu Keberlanjutan Unpad melakukan terobosan baru dalam rangka Dies Natalis ke-60 dengan memberikan penghargaan kepada akademisi dunia yang berdedikasi bagi lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan pada 7 Oktober 2017 lalu. Penghargaan ini didasarkan dari pemikiran tiga tokoh pendahulu Unpad, yaitu Prof. Otto Soemarwoto, Prof. Mochtar Koesoemaatmadja, dan Prof. Didi Atmadilaga yang terwujud dalam Pola Ilmiah Pokok Unpad.

Kaji Produk Halal, Kemenag RI Jalin Kerja Sama dengan Unpad.

UNPAD dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI melakukan kerja sama mengenai jaminan produk halal dan pengembangan kelembagaan. Kerja sama diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian pada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Unpad, Dr. Keri Lestari, S.Si., M.Si., Apt. dan Kepala Pusat Kerja Sama dan Standarisasi Halal Kemenag RI Dr. Nifasri M.Pd. 

Melalui Tridarma, Perguruan Tinggi Punya Peran dalam Benahi Citarum.

Pemerintah mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan perannya dalam mengimplementasikan program Citarum Harum. Salah satu upaya mewujudkan tujuan tersebut adalah dimulainya Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Citarum Harum yang dilaksanakan oleh sejumlah perguruan tinggi yang ada di Jawa Barat dan DKI Jakarta. KKN Tematik Citarum Harum dicanangkan pada acara Sarasehan Citarum Harum di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Kamis (3/5).