Berita

Cess Unpad Berikan Penghargaan “Otto Soemarwoto Award” kepada Akademisi.

Pusat Unggulan Lingkungan dan Ilmu Keberlanjutan Unpad melakukan terobosan baru dalam rangka Dies Natalis ke-60 dengan memberikan penghargaan kepada akademisi dunia yang berdedikasi bagi lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan pada 7 Oktober 2017 lalu. Penghargaan ini didasarkan dari pemikiran tiga tokoh pendahulu Unpad, yaitu Prof. Otto Soemarwoto, Prof. Mochtar Koesoemaatmadja, dan Prof. Didi Atmadilaga yang terwujud dalam Pola Ilmiah Pokok Unpad.

Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad mengatakan, melalui Anugerah Otto Soemarwoto, Unpad ingin mengokohkan sekaligus mendorong para akademisi untuk tetap berpedoman pada pemikiran Prof. Otto Soemarwoto di bidang lingkungan hidup. Kontribusi pemikiran Prof. Otto melalui PIP Unpad “Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional” dianggap masih relevan hingga sekarang.

“Kita terapkan mereka yang dapat anugerah ini adalah tokoh berlevel internasional, supaya ada rekognisi secara internasional. Permasalahan lingkungan ini tidak bisa dilakukan secara sektoral,” ujar Rektor di sela pelaksanaan Jumpa Pers Anugerah Otto Soemarwoto, di Ruang Executive Lounge Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Senin (2/10).

Anugerah Otto Soemarwoto yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-60 ini merupakan terobosan pertama yang dilakukan Unpad. Tokoh akademisi dipilih sebagai penerima penghargaan ini. Jasa akademisi yang turut membantu menjaga lingkungan hidup melalui keilmuan dan riset dinilai belum banyak diketahui publik.

Hal ini dibenarkan Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PPSDAL) Unpad, Parikesit, PhD. Berbagai penghargaan nasional di bidang lingkungan hidup memilih para tokoh masyarakat yang berjasa dalam melestarikan alam. Namun, apresiasi kepada kelompok akademisi tidak banyak dilakukan.

“Berbagai penghargaan seperti Kalpataru, Adipura, Upakarti, dan lain-lain memberikan apresiasi kepada tokoh masyarakat yang menjadi inspirator. Dengan Anugerah Otto Soemarwoto ini kami ingin memberikan apresiasi kepada akademisi,” kata Parikesit yang juga menjadi pembicara dalam jumpa pers tersebut.

Perwakilan panitia Anugerah Otto Soemarwoto, Chay Asdak, M.Sc., PhD, mengatakan, ada kriteria khusus untuk menjadi nominator penerima penghargaan. Kriteria tersebut diantaranya, berasal dari kalangan akademisi yang relevan di bidang ekologi dan pembangunan, berskala global, memiliki komitmen tinggi terhadap ekologi dan pembangunan di tingkat lokal, nasional, maupun global, memiliki pengaruh dan catatan kinerja akademik yang baik, dan memiliki jejaring internasional.

“Kandidat juga punya hubungan akademik dengan Prof. Otto Soemarwoto dan pernah secara akademik bekerja sama dengan Unpad,” kata Chay.

Diharapkan, penghargaan ini akan memberikan inspirasi baru bagi akademisi terhadap pengembangan pemikiran yang telah disumbangkan Prof. Otto. Rencananya, anugerah ini akan diberikan Unpad setiap dua tahun sekali.

Anugerah Otto Soemarwoto akan dilaksanakan bertepatan dengan pelaksanaan Konferensi Internasional Lingkungan “International (Outdoor) Seminar on Eco-Development”. Acara ini  digelar di Observatorium Boscha, Lembang, Sabtu (7/10) lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *