Berita

Orasi Ilmiah Guru Besar Prof. Parikesit, M.Sc., Ph.D : Ilmu Keanekaragaman Hayati Terapan : Solusi Menuju Kesejahteraan Manusia Di Tengah Isu Keberlanjutan dan Ketidakpastian Global

[cess.unpad.ac.id, 8/02/2020] Isu tentang keanekaragaman hayati (kehati) merupakan salah satu isu global dengan berbagai permasalahan lokal yang dewasa ini menarik perhatian banyak kalangan. Hal ini dapat difahami karena kehati merupakan modal dasar bagi tercapainya kesejahteraan manusia di muka bumi.

Guru Besar Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam orasi nya menyampaikan arti penting keanekaragaman hayati dalam mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat awam salah satunya yaitu dalam mendukung masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan.

Orasi ilmiah tersebut dibacakan berkenaan dengan Penerimaan Jabatan Guru Besar Prof. Parikesit, M.Sc., Ph.D dalam bidang Ilmu Biologi Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati di Ghra Sanusi Hardjadinata Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung.

Isu kehati semakin menarik dan kompleks karena dihadapkan pada masalah ketidakpastian (uncertainty) dan keberlanjutan (sustainability). Adanya masalah ketidakpastian terkait keanekaragaman hayati menuntut manusia untuk menganut prinsip kehati-hatian agar keanekaragaman hayati yang tersisa saat ini tidak mengalami kepunahan dalam waktu singkat.

Esensi dari ilmu keanekaragaman hayati yang perlu dikembangkan ke depan adalah kehati sebagai suatu ilmu sudah waktunya diarahkan ‘beyond scientific boundaries’ karena dinamika kebutuhan manusia yang semakin dihadapkan pada tantangan terkait keberlanjutan pemenuhan hidup manusia dan ketidakpastian yang menyertai upaya pemeliharaan sistem penopang kehidupan.

“Satu catatan penting selama saya meneliti kehati adalah perlunya transformasi cara berpikir dari ‘for the sake of biodiversity science’ menjadi ‘for the sake of human well-being’. Untuk melakukan transformasi tersebut, spesialisasi bidang ekologi yang didalami oleh seorang biolog menjadi modal dasar untuk berpikir sistemik dan dinamis”, ujar Prof Parikesit, MSc., Ph.D.

Pengalaman penelitian beliau selama ini  dalam bidang kehati dengan pendekatan multi- dan interdisiplin terus berproses yang selanjutnya mendorong pemikiran baru bahwa diperlukan pendekatan yang lebih aktual dan terintegrasi yang memadukan pengetahuan ilmiah dan pengetahuan yang berkembang di masyarakat, pendekatan tersebut dikenal dengan pendekatan transdisiplin.

“Pendekatan transdisiplin dalam penelitian keanekaragaman hayati yang akan dikembangkan di masa yang akan datang diharapkan dapat memberikan solusi bagi krisis keanekaragaman hayati dan pemanfaatan kehati berkelanjutan, khususnya di Indonesia” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *