Antisipasi Perubahan Iklim, Cess Adakan Pelatihan Perencanaan Lingkungan dalam Pembangunan

[cess.unpad.ac.id, 9/11/2019] Indonesia termasuk negara yang berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan berkelanjutan, maka implementasi green economy atau ‘ekonomi hijau’ merupakan suatu keharusan. Keseriusan Indonesia dalam mengimplementasikan green economy dalam kaitannya dengan pemanasan global dan perubahan iklim tampak dari rencana pemerintah Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Dalam mewujudkan rencana tersebut, Indonesia harus melakukan adaptasi dan mitigasi terhadap pemanasan global dan perubahan iklim.

Salah satu kebijakan pemerintah dalam melakukan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim  adalah dengan menerbitkan Peraturan Presiden Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK) dan menyusun Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim (RAN-API). Implementasi kebijakan akan berhasil apabila disertai dengan kebijakan turunannya di tingkat daerah yaitu Rencana Aksi Daerah Penurunan Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) dan Rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan Iklim (RAD-API).

Pada tahun 2016 hampir semua pemerintah provinsi telah menyusun RAD GRK tetapi belum menyusun RAD API. Sehingga sejak tahun 2016 Pusat Unggulan Lingkungan dan Ilmu Keberlanjutan Universitas Padjadjaran bersama dengan  Sekolah Pascasarjana Unpad  berkerjasama dengan Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Perencana – Badan Perencana Pembangunan Nasional (Kapusbindiklatren – Bappenas) melaksanakan kegiatan Diklat Non Gelar Perencanaan Lingkungan Dalam Pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi aparatur pemerintah daerah khususnya dalam  Penyusunan Rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan Iklim.

Pada tahun 2019 kegiatan diklat ini dilaksanakan dua kali yaitu pada tanggal 15 s.d 26 Juli 2019 bertempat di Hotel Grand Tjokro Bandung  dan 28 Oktober s.d. 8 November  2019 bertempat di The Luxton Hotel Bandung dengan peserta sebanyak 47 peserta. Peserta yang mengikuti Diklat Non Gelar ini adalah para perencana dari Kabupaten/Kota/Provinsi se-Indonesia yang mendapatkan beasiswa dari Pusbindiklatren Bappenas.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama dua minggu melalui metode pembelanjaran yang terdiri dari penyajian makalah, diskusi kelas, diskusi kelompok, praktik penyusunan dokumen, presentasi serta kunjungan lapangan (field trip).  Setelah mengikuti diklat non gelar ini, para peserta diharapkan memahami konsep dan kerang dasar green economy dan mampu menyusun dokumen Rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan Iklim (RAD-API).