Skip to content
Home » Studi Kelayakan Pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati Kota Cimahi

Studi Kelayakan Pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati Kota Cimahi

[cess.unpad.ac.id, 15/09/2019] Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup telah menetapkan Kawasan Cimenteng Kelurahan Cipageran sebagai lokasi Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Kota Cimahi. Program ini adalah salah satu upaya untuk memelihara dan melestarikan keanekaragaman hayati yang dimiliki Kota Cimahi. Keanekaragaman hayati dipahami sebagai variabilitas di antara mahluk hidup dan sistem ekologi dimana mahluk hidup tersebut menjadi salah satu komponennya. Secara hierarki, keanekaragaman hayati mencakup gen, spesies (tumbuhan, hewan dan mikroorganisme) dan ekosistem. Adanya perubahan lingkungan akibat kegiatan manusia yang semakin dominan mengakibatkan krisis keanekaragaman hayati, sehingga berdampak terhadap integritas dan produktivitas ekosistem.

Pembangunan Taman Kehati Kota Cimahi pada dasarnya merupakan representasi dari hubungan antara manusia dan tempat dimana Taman Kehati ini akan dibangun. Dengan kata lain, interaksi berbagai komponen alam dan budaya yang dipersepsi oleh manusia ini mensyaratkan adanya sinergi antara faktor alam dan budaya tersebut sehingga keberadaan Taman Kehati ini dapat berkelanjutan. Dalam bahasa yang lebih sederhana, pembangunan Taman Kehati Kota Cimahi tidak hanya akan terkait dengan aspek lingkungan bio fisik saja, tetapi juga meliputi aspek lainnya diantaranya adalah aspek sosial, ekonomi, budaya dan kebijakan. Oleh karena itu, kajian komprehensif terkait berbagai aspek tadi, dalam bentuk studi kelayakan (feasibility study), dengan demikian Taman Kehati yang terbangun akan terintegrasi dengan lingkungan dan masyarakat lokal sekitar pada khususnya dan masyarakat Kota Cimahi pada umumnya

Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi bekerja sama dengan Pusat Unggulan Lingkungan dan Ilmu Keberlanjutan (PULIK) Universitas Padjadjaran melakukan kajian studi kelayakan (feasibility study) Pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati Kota Cimahi yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 sampai September 2019. Studi kelayakan dapat menjadi dasar acuan apakah pembangunan Taman Kehati di Kota Cimahi layak untuk dilaksanakan atau tidak, baik dari sisi teknis, ekonomi, sosial budaya dan kelembagaan. Pelaksanaan studi kelayakan terdiri dari kegiatan desk study, pengumpulan data primer serta  diskusi dan konsultasi. Kegiatan pengumpulan data primer di lapangan dilakukan dengan pengumpulan data pendataan jenis tanaman, pemanfaatan lahan rencana pembangunan, pendataan geo-hidrologi dan survai sosial ekonomi sekitar. Hasil studi kelayakan ini diharapkan mampu menjadi dasar acuan bagi keberlanjutan pembangunan Taman Kehati Kota Cimahi, yang pada akhirnya dapat menciptakan lingkungan yang harmonis antara kegiatan utama (pelestarian keanekaragaman hayati/plasma nutfah) dan kegiatan penunjangnya (pariwisata alam, rekreasi dan atau olah raga serta fasilitas umum lainnya).