Skip to content
Home » News » CESS Unpad bersama Bappppeda Sumedang selenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Kelompok Sistem Bioproduksi Sumedang

CESS Unpad bersama Bappppeda Sumedang selenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Kelompok Sistem Bioproduksi Sumedang

Presentasi dari beberapa kelompok dan diskusi menyampaikan kekuatan, kelemahan, dan rekomendasi dari berbagai kelompok bioproduksi

[cess.unpad.ac.id, 28/07/2022] Pusat Unggulan Lingkungan dan Ilmu Keberlanjutan (PULIK/CESS Unpad) bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPPPEDA) Kabupaten Sumedang menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan beberapa ketua kelompok sistem bioproduksi yang ada di Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan dari skema penelitian e-ASIA Joint Research Program, tepatnya Work Package 2 (WP-2) yaitu menyusun skenario sistem bioproduksi di Kabupaten Sumedang untuk masa depan yang berkelanjutan dan resilien di bawah pengaruh perubahan iklim dan ekosistem.

Kegiatan FGD ini dibuka oleh ketua BAPPPPEDA Sumedang, yaitu Ibu Hj. Tuti Ruswati, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, Beliau menyebutkan bahwa saat ini sudah dan sedang terjadi pembangunan infrastruktur besar yang termasuk proyek strategis nasional, seperti bendungan Jatigede dan jalan tol Cisumdawu. Oleh karena itu, pembangunan yang berjalan tersebut perlu diimbangi dengan perencanaan dan penelitian jangka panjang untuk mengetahui apa saja dampak yang ditimbulkan baik itu dampak positif maupun negatif terhadap berbagai aspek termasuk aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Salah satunya dengan adanya penelitian dari CESS Unpad yang mengkaji mengenai Integration of Traditional and Modern Bioproduction System for a Sustainable and Resilient Future under Climate and Ecosystem Changes (ITMoB) di Kabupaten Sumedang.

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh peneliti dari PUI-PT CESS Unpad yaitu Ibu Dr. Susanti Withaningsih, M.Si. Beliau menyampaikan bahwa dunia saat ini berada dalam ketidakpastian (uncertainty). Hal ini berkaca pada jarak waktu pandemi yang terjadi lebih cepat dari pandemi sebelumnya yang hanya berkisar 8 tahun, serta termasuk perubahan iklim dan tataguna lahan yang memengaruhi produktivitas sistem bioproduksi, terutama produktivitas padi yang cenderung menurun akhir-akhir ini. Oleh karena itu, Beliau dan tim dari PUI-PT CESS Unpad bersama dengan BAPPPPEDA Sumedang­ mengadakan kegiatan FGD untuk mengetahui apa permasalahan teknis yang dialami para petani dan rekomendasi apa yang perlu dilakukan oleh akademisi dan stakeholder.

Diskusi dari Berbagai Kelompok Sistem Bioproduksi

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan agenda inti yaitu Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan FGD ini dihadiri oleh 24 orang dari berbagai kelompok sistem bioproduksi yang berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Sumedang, yaitu kelompok tani komoditas ubi cilembu, kopi, padi, sayuran, ternak sapi, kambing, dan domba, perikanan, serta kelompok tani hutan. FGD dimulai dengan pengisian angket/kuesioner untuk menyusun penilaian Nature Futures Framework (NFF). Pengisian kuesioner tersebut bertujuan untuk mengetahui persepsi hubungan manusia dengan alam dengan menilai preferensi dan gagasan pribadi mengenai masa depan masyarakat dan hubungannya dengan alam yang nantinya akan disusun menjadi Nature for Nature (NN), Nature for Culture (NC), dan Nature for Society (NS). Kemudian, kegiatan FGD dilanjutkan dengan membentuk beberapa kelompok diskusi dari beberapa kelompok tani dan menuliskan kekuatan, kelemahan serta rekomendasi dari setiap kelompok sistem bioproduksi dengan berbagai komoditas yang ada. Secara umum, kekuatan yang sudah dimiliki beberapa kelompok tani di Kabupaten Sumedang yaitu sudah memiliki dan mengelola lahan sendiri, memiliki bibit sendiri, bahkan dari kelompok tani padi sudah ada yang berhasil mengembangkan sistem pertanian organik. Namun demikian, kelemahan yang menghambat produksi tani antara lain pemasaran yang kurang luas, harga yang rendah, dan adanya hama dan penyakit pada kelompok tani ubi cilembu. Adapun rekomendasi yang diusulkan oleh para petani dari berbagai kelompok tersebut adalah diharapkan adanya pelatihan mengenai sistem produksi yang efektif, pemasaran yang lebih luas, serta adanya tindak lanjut dari kegiatan FGD ini seperti adanya kerja sama antara pihak petani, pemerintah dan perguruan tinggi di berbagai sistem produksi yang membutuhkan solusi terhadap permasalahan yang ada.

Staf ahli BAPPPPEDA Kabupaten Sumedang menanggapi permasalahan dan rekomendasi dari perwakilan kelompok sistem bioproduksi
Pengisian Kuesioner Sistem Bioproduksi