
— Pusat Unggulan Lingkungan dan Ilmu Keberlanjutan (Center for Environment and Sustainability Science) mengadakan pertemuan lanjutan menyusul diterimanya pendanaan Joint Research ERS Seed Funding dari RWTH Aachen University untuk penelitian berjudul “Decolonizing Urban Agriculture in Bandung, Indonesia“. Penelitan ini merupakan kolaborasi multidisiplin antara Institute of Landscape Architecture (LA), dan Department of Modern and Contemporary History (DMCH) di RWTH Aachen University, bekerja sama dengan Center for Environment and Sustainability Science (CESS), Universitas Padjadjaran dengan latar belakang kompetensi dalam agrobiodiversitas serta wawasan lokal tentang urbanisasi dan tata guna lahan yang merupakan runutan kolaborasi riset sebelumnya Integrated Study on Urban Agriculture Heritage (INSUAH).
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang peran pertanian perkotaan di Bandung dengan mengintegrasikan metodologi perencanaan masa depan dan analisis historis. Kolaborasi ini akan menggabungkan berbagai metode dari disiplin ilmu terkait, termasuk pendekatan kartografis, wawancara dengan pemangku kepentingan, dan analisis historis. Pendekatan ini diharapkan dapat mengidentifikasi pengaruh kolonialisme terhadap praktik pertanian perkotaan saat ini dan mengembangkan strategi dekolonisasi yang relevan.
Pertanian perkotaan semakin diakui sebagai komponen vital dalam pembangunan kota berkelanjutan. Namun, penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada konteks Amerika Utara dan Eropa. Di sisi lain, studi historis telah mengungkap dampak jangka panjang kolonialisme terhadap pola pembangunan pada negara-negara bekas jajahan. Sayangnya, kedua bidang penelitian ini belum banyak terhubung. Penelitian ini berupaya menjembatani kesenjangan tersebut dengan mengkaji bagaimana warisan kolonial mempengaruhi praktik pertanian perkotaan di Bandung dan mengidentifikasi cara dalam pemberdayaan komunitas lokal melalui strategi dekolonisasi.
Kemitraan Universitas Padjadjaran dan RWTH Aachen University memainkan peran krusial dalam penelitian ini. Sebagai institusi yang memiliki keahlian dalam agrobiodiversitas dan pemahaman mendalam tentang dinamika lokal Bandung, CESS Unpad akan berkontribusi dalam analisis konteks lokal, dan fasilitasi interaksi dengan komunitas setempat. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan pemahaman yang komprehensif dan solusi yang kontekstual untuk tantangan yang dihadapi dalam pertanian perkotaan di Bandung.
Hasil dari penelitian ini akan digunakan sebagai dasar untuk pengajuan proposal penelitian bersama di bawah skema pendanaan “Moderne Asienforschung” dari Kementerian Pendidikan dan Penelitian Jerman (BMBF). Dengan mengintegrasikan perspektif interdisipliner, penelitian ini berupaya mendorong pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah kolonial dan pengaruhnya yang berkelanjutan terhadap proses perencanaan saat ini, serta memberdayakan komunitas lokal melalui praktik pertanian yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Melalui pendekatan yang transdisiplin, komprehensif dan kolaboratif ini, proyek “Decolonizing Urban Agriculture in Bandung, Indonesia” diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam transformasi praktik pertanian perkotaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mengatasi dampak residual dari kolonialisme dalam konteks pembangunan kota.
