Skip to content
Home » News » CESS dan IWF Sinergikan Langkah untuk Implementasi FOLU Net Sink 2030 melalui Dana Kerja Sama Indonesia-Norwegia

CESS dan IWF Sinergikan Langkah untuk Implementasi FOLU Net Sink 2030 melalui Dana Kerja Sama Indonesia-Norwegia

— Center for Environment and Sustainability Science (CESS) atau juga dikenal dengan Pusat Unggulan Lingkungan dan Ilmu Keberlanjutan (PULIK) menyelenggarkan konsolidasi awal bersama Indonesian Wildlife Conservation (IWF) dalam rangka menindaklanjuti penetapan sebagai mitra pelaksana untuk program Result-Based Contribution dalam inisiatif Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. Pertemuan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana kerja sama Indonesia-Norwegia tahap kedua dan ketiga yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).

Pertemuan tersebut dibuka oleh Prof. dr. Nur Atik, M.Kes., Ph.D., selaku Direktur Riset, Hilirisasi dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Padjadjaran. Selanjutnya, PULIK dan IWF membahas strategi dan rencana aksi untuk berperan sebagai Mitra Pelaksana dalam program FOLU Net Sink 2030. Sebagai institusi yang berfokus pada penelitian dan pengembangan di bidang lingkungan dan keberlanjutan, PULIK memiliki kapasitas dan sumber daya untuk mendukung berbagai inisiatif, termasuk rehabilitasi hutan dan lahan, konservasi keanekaragaman hayati, serta penguatan pengelolaan hutan berbasis masyarakat.

BPDLH selaku pengelola utama dana kontribusi dari Norwegia mengalokasikan 9 Milyar Rupiah untuk berbagai program, antara lain penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola lahan dan hutan dengan sistem agroforestry berbasis warisan budaya, penerapan model co-production agroforestry berbasis warisan budaya dalam berbagai tipe fungsi  lahan, serta koordinasi dan kolaborasi pentahelix dalam pengelolaan lahan berkelanjutan. Langkah ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara institusi akademik dan pemerintah dalam mencapai target FOLU Net Sink 2030. Kolaborasi antara PULIK UNPAD, IWF, BPDLH, dan mitra internasional seperti Norwegia diharapkan dapat mempercepat pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca Indonesia. Selain itu, keterlibatan berbagai pihak, termasuk institusi akademik, pemerintah, dan masyarakat, menjadi kunci sukses dalam implementasi FOLU Net Sink 2030. Pertemuan ini menegaskan kembali komitmen Universitas Padjadjaran dalam berkontribusi mengatasi perubahan iklim melalui pengelolaan hutan dan lahan yang berkelanjutan. Dengan dukungan dari mitra internasional dan peran aktif Pusat Unggulan seperti PULIK, Universitas Padjadjaran optimis dapat berkontribusi dalam pencapaian target FOLU Net Sink 2030. Kolaborasi multipihak ini diharapkan tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi nasional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi konservasi keanekaragaman hayati dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.