Berita CESS Unpad

PULIK Unpad Adakan Pelatihan Pengambilan Sampel dan Analisis Plankton dan Benthos.

[cess.unpad.ac.id, 22/02/2020] Plankton dan benthos adalah dua komunitas organisme yang dapat digunakan sebagai bioindikator lingkungan perairan berdasarkan jenis, kesamaan dan indeks keanekaragaman hayati diperairan tersebut. Pada tanggal 17-21 Februari 2020, Pulik Unpad mengadakan pelatihan pengambilan sampel dan analisis plankton dan benthos. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengetahui pengambilan sampel dan analisis plankton dan benthos dengan benar, sehingga dapat memberikan informasi tepat mengenai kondisi perairan tersebut.

Orasi Ilmiah Guru Besar Prof. Parikesit, M.Sc., Ph.D : Ilmu Keanekaragaman Hayati Terapan : Solusi Menuju Kesejahteraan Manusia Di Tengah Isu Keberlanjutan dan Ketidakpastian Global.

[cess.unpad.ac.id, 8/02/2020] Isu tentang keanekaragaman hayati (kehati) merupakan salah satu isu global dengan berbagai permasalahan lokal yang dewasa ini menarik perhatian banyak kalangan. Hal ini dapat difahami karena kehati merupakan modal dasar bagi tercapainya kesejahteraan manusia di muka bumi. Guru Besar Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam orasi nya menyampaikan arti penting keanekaragaman hayati dalam mencapai Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat awam salah satunya yaitu dalam mendukung masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan.

Dinas Lingkungan Hidup Cimahi dan PULIK lakukan Finalisasi Perda Lingkungan.

[ces.unpad.ac.id, 23/1/2020] Dalam rangka pembangunan keberlanjutan, Dokumen Lingkungan baik itu Amdal, UKL-UPL serta SPPL merupakan instrumen pengendali yang dapat membantu mewujudkan pelestarian lingkungan, dalam hal ini Dokumen Lingkungan merupakan prasyarat yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha/kegiatan sebelum dapat melaksanakan kegiatan/usahanya tersebut. Dikatakan sebagai instrumen pengendali karena di dalam Dokumen Lingkungan, pelaku usaha/kegiatan diwajibkan merinci dampak dari usaha/kegiatan terhadap lingkungan.

Biodiversity Management Plan – Upper Cisokan Pumped Storage, Kerjasama dengan PT PLN UIP VI.
[cess.unpad.ac.id, 22/1/2020] Sebagai salah satu perusahaan yang melayani kebutuhan energi nasional, PT PLN menyadari bahwa aktivitas pembangunan memiliki risiko untuk menyebabkan dampak terhadap keanekaragaman hayati. Sebagian besar ancaman terhadap keanekaragaman hayati di Pulau Jawa adalah hilangnya habitat dan fragmentasi habitat yang disebabkan oleh clearing, manajemen kawasan perlindungan yang tidak efektif, kebakaran hutan, alih fungsi lahan hutan, perburuan, dan pembangunan infrastruktur publik.
Kaian Kelayakan Penertiban dan Penataan Keramba Jaring Apung (KJA) Waduk Cirata.

[cess.unpad.ac.id, 23/12/2019] Dalam kaitannya dengan kegiatan Citarum Harum, PULIK bekerjasama dengan PJB BPWC melaksanakan kegiatan kajian kelayakan penertiban dan penataan Keramba Jaring Apung (KJA) Waduk Cirata. Waduk Cirata merupakan salah satu waduk multiguna dengan fungsi utama adalah sebagai pembangkit listrik dengan kapasitas produksi 1.428 GWh/tahun. Selain itu Waduk Cirata pun memiliki 2 fungsi lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu sebagai pengairan irigasi dan budidaya ikan air tawar melalui teknik keramba jaring apung (KJA). 

Antisipasi Perubahan Iklim, Cess Adakan Pelatihan Perencanaan Lingkungan dalam Pembangunan.

[cess.unpad.ac.id, 9/11/2019] Indonesia termasuk negara yang berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan berkelanjutan, maka implementasi green economy atau ‘ekonomi hijau’ merupakan suatu keharusan. Keseriusan Indonesia dalam mengimplementasikan green economy dalam kaitannya dengan pemanasan global dan perubahan iklim tampak dari rencana pemerintah Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Dalam mewujudkan rencana tersebut, Indonesia harus melakukan adaptasi.

Dalam Upaya Pengabdian Kepada Masyarakat, PULIK Unpad Adakan Upgrading Penilaian Dokumen Amdal.

[cess.unpad.ac.id, 8/11/2019]​ Untuk  memenuhi salah satu tridharma Perguruan Tinggi dalam bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat, Pusat Unggulan Lingkungan dan Ilmu Keberlanjutan (PULIK) Universitas Padjadjaran telah melaksanakan kegiatan Upgrading Penilaian Dokumen AMDAL  bagi para anggota Komisi Penilai AMDAL (KPA) se- Jawa Barat dan kelompok pemerhati lingkungan di Kota Bandung. Kegiatan upgrading AMDAL bagi para anggota komisi AMDAL bertujuan membantu pemerintah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pemerintah dalam melaksanakan proses penilaian AMDAL​

Tingkatkan Kehati di Jawa Barat, Cess Unpad Adakan Kerjasama dengan PT Biofarma.

[cess.unpad.ac.id, 18/10/2019] Keanekaragaman hayati merupakan salah satu aset yang dimiliki oleh Indonesia karena menjadi modal dalam melaksanakan pembangunan. Saat ini, tekanan terhadap keberadaan keanekaragaman hayati di Indonesia semakin masif. Isu tersebut ditunjukkan dengan banyak munculnya kejadian berkurangnya keanekaragaman spesies dan penurunan status konservasi spesies akibat penurunan populasinya di alam. 

Evaluasi Kelayakan Rencana Penentuan Kawasan Taman Hutan Raya Gunung Wayang-Windu.

[cess.unpad.ac.id, 18/10/2019] PULIK bekerjasama dengan PJB BPWC melaksanakan kegiatan evaluasi kelayakan rencana penentuan kawasan Taman Hutan Raya Gunung Wayang-Windu dalam kaitannya dengan misi Citarum Harum. Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum telah sejak lama dinyatakan sebagai DAS yang sangat kritis. Hal ini dikarenakan DAS Citarum menghadapi berbagai permasalahan multidimensi, termasuk permasalahan degradasi lingkungan dan deplesi sumber daya alam. Bahkan masalah lingkungan ini menjadi isu yang sangat menonjol sehingga mengundang perhatian berbagai kalangan masyarakat nasional dan internasional.

Studi Kelayakan Pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati Kota Cimahi.
[cess.unpad.ac.id, 15/09/2019] Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup telah menetapkan Kawasan Cimenteng Kelurahan Cipageran sebagai lokasi Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Kota Cimahi. Program ini adalah salah satu upaya untuk memelihara dan melestarikan keanekaragaman hayati yang dimiliki Kota Cimahi. Keanekaragaman hayati dipahami sebagai variabilitas di antara mahluk hidup dan sistem ekologi dimana mahluk hidup tersebut menjadi salah satu komponennya. 
Cess Unpad Adakan Pelatihan Pengelolaan Lingkungan di Cirebon.

[cess.unpad.ac.id, 1/3/2019] Kompleksitas masalah yang dihadapi pengelolaan lingkungan, keterkaitan diantara berbagai faktor penentunya, serta berbagai ketidakpastian yang ada dalam pengelolaan lingkungan memerlukan pemahaman yang menyeluruh terhadap langkah dan strategi pengelolaannya. Pertumbuhan penduduk yang meningkatkan ketergantungan terhadap sumberdaya alam dan lingkungan hidup, deplesi SDA dan degradasi lingkungan, berbagai bencana alam dan lingkungan, perubahan iklim.

Cess Unpad dan DLH Cirebon Selenggarakan Pelatihan Pengelolaan Persampahan.

[cess.unpad.ac.id, 1/2/2019] Sebagai bagian dari langkah revolusi mental, sesuai Inpres 12/2016, telah dicanangkan “Gerakan Indonesia Bersih”, melalui aktivitas peningkatan perilaku bersih, menuju sehat lingkungan keluarga, satuan pendidikan, satuan kerja dan komunitasnya. Dengan target 100% kelola sampah di tahun 2025, terdiri atas 30% pengurangan sampah dan 70% penanganan sampah, saat ini kabupaten dan kota wajib menyusun dokumen kebijakan dan strategi daerah pengelolaan sampah.

Conference on Sustainability Science 2018 : From Theory to Practice.

[cess.unpad.ac.id, 11/10/2018] Interkoneksi adalah salah satu kata kunci untuk memahami keberlanjutan. Khususnya dalam konteks mencapai hubungan manusia dan alam yang berkelanjutan. Interkoneksi bukan hanya tentang keterkaitan sistem yang berbeda (sistem alami dan sosial), tetapi lebih dari itu juga tentang saling ketergantungan. Inilah yang dimaksud dengan ekologi. Tanpa mengakui arti interkoneksi, diskusi tentang keberlanjutan akan berakhir tanpa hasil. Faktanya, keberlanjutan ekologis adalah dasar dari banyak pemikiran dan sains keberlanjutan.

Melalui Tridarma, Perguruan Tinggi Punya Peran dalam Benahi Citarum.

[cess.unpad.ac.id, 3/5/2018] Pemerintah mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan perannya dalam mengimplementasikan program Citarum Harum. Salah satu upaya mewujudkan tujuan tersebut adalah dimulainya Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Citarum Harum yang dilaksanakan oleh sejumlah perguruan tinggi yang ada di Jawa Barat dan DKI Jakarta. KKN Tematik Citarum Harum dicanangkan pada acara Sarasehan Citarum Harum di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Kamis (3/5).

Rektor Luncurkan Pusat Unggulan Lingkungan dan Ilmu Keberlanjutan.

[cess.unpad.ac.id, 25/01/2018] Prof. Tri Hanggono Achmad meluncurkan Pusat Unggulan Inter and Transdiciplinary Research on Environment and Sustainable Science di Ruang Serba Guna Lantai 4 Unpad, Jln. Dipati Ukur No.35 Bandung, Rabu (24/01). Agenda utama yang menjadi fokus salah satu pusat unggulan tersebut adalah mengatasi permasalahan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Berbagai penelitian Unpad mengenai kondisi Citarum akan diintegrasikan untuk selanjutnya bersama-sama memberikan kontribusi untuk Citarum.

Cess Unpad Berikan Penghargaan “Otto Soemarwoto Award” kepada Akademisi.

[cess.unpad.ac.id, 8/10/2017] Pusat Unggulan Lingkungan dan Ilmu Keberlanjutan Unpad melakukan terobosan baru dalam rangka Dies Natalis ke-60 dengan memberikan penghargaan kepada akademisi dunia yang berdedikasi bagi lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan pada 7 Oktober 2017 lalu. Penghargaan ini didasarkan dari pemikiran tiga tokoh pendahulu Unpad, yaitu Prof. Otto Soemarwoto, Prof. Mochtar Koesoemaatmadja, dan Prof. Didi Atmadilaga yang terwujud dalam Pola Ilmiah Pokok Unpad.