Skip to content
Home » Biodiversity Management Plan – Upper Cisokan Pumped Storage, Kerjasama dengan PT PLN UIP VI

Biodiversity Management Plan – Upper Cisokan Pumped Storage, Kerjasama dengan PT PLN UIP VI

[cess.unpad.ac.id, 22/1/2020] Sebagai salah satu perusahaan yang melayani kebutuhan energi nasional, PT PLN menyadari bahwa aktivitas pembangunan memiliki risiko untuk menyebabkan dampak terhadap keanekaragaman hayati. Sebagian besar ancaman terhadap keanekaragaman hayati di Pulau Jawa adalah hilangnya habitat dan fragmentasi habitat yang disebabkan oleh clearing, manajemen kawasan perlindungan yang tidak efektif, kebakaran hutan, alih fungsi lahan hutan, perburuan, dan pembangunan infrastruktur publik.

Di dalam rencana pembangunan Upper Cisokan Pumped Storage, PT PLN wajib untuk melakukan perencanaan dan implementasi Biodiversity Management Plan (BMP) untuk mengelola dampak langsung dan tidak langsung dari rencana pembangunan terhadap keanekaragaman hayati di dalam rencana area tapak proyek. BMP di tahun 2014 merupakan studi yang komprehensif berkaitan dengan keanekaragaman hayati dan telah menghasilkan penetapan wilayah yang merupakan area penting dalam perlindungan keanekaragaman hayati, khususnya spesies fauna yang berstatus Critically Endangered menurut IUCN, yaitu Macan Tutul, Kukang Jawa, dan Trenggiling. Berdasarkan studi tersebut, telah ditetapkan 15 area penting yang disebut Biodiversity Important area (BIA). Terlebih lagi, studi tersebut juga telah menghasilkan rekomendasi-rekomendasi untuk menghindari dan mengurangi ancaman terhadap kawasan-kawasan BIA tersebut, mengelola risiko yang teridentifikasi, melakukan kerjasama dengan komunitas dan stakeholder lokal, dan mendukung pengembangan pengetahuan terhadap konservasi keanekaragaman hayati.

Pelaksanaan Biodiversity Management Plan di tahun 2020 ini merupakan kerjasama tahap ketiga antara Pusat Unggulan Lingkungan dan Ilmu Keberlanjutan (PULIK) dengan PT PLN UIP VI dalam rangka menerapkan konservasi keanekaragaman hayati melalui manajemen mitigasi dampak proyek, reforestasi dengan tangkapan yang luas, manajemen ancaman terhadap satwa liar, partisipasi komunitas dan stakeholder lainnya sehingga  PT PLN dapat membangun Green Dam pertama di Indonesia yang dapat menangani isu ingkungan, ekonomi, sosial dan ekologi secara simultan. Kerjasama tahap ketiga ini merupakan evaluasi terhadap implementasi BMP yang terdiri dari ;

(i) evaluasi keanekaragaman hayati yang difokuskan pada tiga spesies yang berstatus Critically Endangered (Macan Tutul, Kukang Jawa, dan Trenggiling),

(ii) penyusunan Forest Partnership Framework (FPF) yang dapat menyediakan panduan untuk manajemen hutan yang melibatkan masyarakat dalam rangka konservasi keanekaragaman hayati di dalamnya serta pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat,

(iii) review terhadap Implementasi BMP Action plan yang telah disusun di dalam dokumen BMP 2014.