Skip to content
Home » News » CESS Lakukan Audiensi terkait Taman Hutan Raya Gunung Wayang dengan Bupati Bandung

CESS Lakukan Audiensi terkait Taman Hutan Raya Gunung Wayang dengan Bupati Bandung

[cess.unpad.ac.id, 18/05/2021] Tim PUI-PT CESS Unpad dipimpin oleh Ketua PUI-PT CESS Prof. Parikesit, bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Asep Kusumah, S. Sos., M. Si beserta tim, serta Staf Ahli Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Dr. Ir. Anang Sudarna, M.Sc., Ph.D. melakukan audiensi dengan Bupati Kabupaten Bandung Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.IP., M.Si. Audiensi dilaksanakan di rumah dinas Bupati Bandung yang terletak di Komplek Perkantoran Kabupaten Bandung, dimulai dari pukul 11.30 hingga 14.00 WIB. Audiensi dimulai dengan pemaparan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Tim PUI-PT CESS UNPAD oleh Prof. Parikesit, dan Staf Ahli Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI oleh Dr. Anang Sudarna.  

Secara garis besar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, atau biasa dipanggil di kalangan penggiat lingkungan Kang Asep menekankan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung tidak akan mengambil alih tetapi akan menambah energi dalam pengelolaan kawasan. Dalam rencana pembentukan Tahura ini, sudah terdapat energi yang sangat besar di kawasan Gunung Wayang. Energi ini perlu diintegrasikan dan disinergikan agar dapat disalurkan untuk menjadi arahan serta rencana pembuatan Tahura Gunung Wayang kedepannya.

Dalam kesempatan ini pula, Ketua PUI-PT CESS Prof. Parikesit turut menyampaikan paparan dari hasil kajian pendahuluan tim PUI-PT CESS. Terkait Tahura Gunung Wayang beliau bertutur bahwa “secara biofisik lokasi yang akan dijadikan sebagai kawasan TAHURA sudah memenuhi persyaratan, akan tetapi secara sosial ekonomi perlu dilakukan kajian-kajian yang lebih mendalam. Beliau juga memaparkan bahwa hutan lindung di Kawasan Gunung Wayang sudah kehilangan fungsi utamanya yaitu untuk melindungi eksistensi dari flora dan fauna yang ada di dalamnya. Hal ini disebabkan tingginya aktivitas masyarakat sekitar hutan. Beliau mengistilahkan tingginya aktivitas masyarakat di sekitar hutan wayang seperti “orang mudik”. Hal ini mengambarkan bahwa aktivitas ini sulit untuk dicegah karena kebergantungan masyarakat akan sumberdaya hutan masih sangat tinggi.”

Pemaparan terakhir disampaikan oleh Dr. Anang Sudarna, selaku Staf Ahli Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat periode 2014-2016. Dalam pemaparan tersebut beliau menjelaskan tentang pentingnya penguatan organisasi berbasis masyarakat dalam rangka pengelolaan sumberdaya hutan dan kaitannya dengan program-program yang perlu diadopsi dalam rangka terciptanya kondisi Tahura yang baik dari segala aspek. Dalam kaitannya dengan rencana Tahura Gunung Wayang beliau menekankan pentingnya “Teknologi Irit Lahan” agar lebih efisien dalam penggunaan lahan untuk Tahura kedepan.

Di akhir sesi audiensi terdapat beberapa kesimpulan yang dalam diambil yaitu Tahura merupakan alternatif paling akomodatif berdasarkan fakta empiris dan kewenangan dalam rangka meningkatkan perlindungan sebuah kawasan hutan lindung. Dalam prosesnya, pembuatan tahura ini harus dijalankan secara simultan baik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Penting adanya penguatan nilai tambah dari berbagai aspek terkait kajian-kajian lanjutan yang akan dilakukan dalam rangka menyukseskan terbangunnya Tahura. Tahura dapat juga menjadi bagian dari rencana payung besar Kawasan Ekonomi Khusus yang bersifat kerakyatan, termasuk di dalamnya adalah pengembangan sentra-sentra tematik tertentu dalam kawasan. Di akhir audiensi, Kang Asep sekali lagi menekankan bahwa hadirnya Pemerintah Kabupaten Bandung bukan untuk mengambil alih lahan akan tetapi untuk menambah energi dalam kaitannya dengan pentingnya pembuatan Tahura ini.