
[cess.unpad.ac.id, 06/07/2022] Sebagai salah satu negara megadiversity, Indonesia memiliki sumber daya hayati yang cukup besar yang sangat penting untuk mendukung berbagai sistem produksi hayati di pedesaan. Sistem ini beroperasi sebagai kegiatan ekonomi skala kecil dan mayoritas petani yang terlibat dalam sistem tersebut miskin sumber daya. Di sisi lain, meskipun intervensi manusia secara intensif di daerah pedesaan bertujuan untuk mengoptimalkan produktivitas lanskap, lanskap pertanian masih menyimpan keanekaragaman hayati penting dengan fungsi dan jasa ekosistem yang signifikan. Oleh karena itu, penilaian sumber daya yang komprehensif diperlukan karena seiring dengan meningkatnya tekanan penduduk, ketergantungan yang lebih pada sumber daya lokal dan ketergantungan yang berkelanjutan pada energi tradisional telah membuat keberlanjutan sumber daya dipertanyakan. Pengkajian (analisis) sumber daya juga merupakan salah satu fokus perhatian dalam kaitannya dengan produksi pertanian karena lebih banyak perhatian diberikan sehubungan dengan dampak merugikan dari praktik pertanian terhadap lingkungan dan sumber daya yang terkandung di dalamnya. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Center for Environment and Sustainability Science (CESS) untuk melakukan penelitian guna mengkaji keberlanjutanya dengan pendekatan trans-disiplin.
Keunggulan dan kehandalan dari lembaga riset dapat dilihat dari kiprahnya dalam melakukan penelitian berkualitas di tingkat nasional dan internasional. Kegiatan penelitian tersebut wajib ditindaklanjuti oleh publikasi pada jurnal internasional bereputasi dan jurnal nasional terakreditasi. Selain dalam bentuk publikasi yang berkualitas, hasil riset juga diharapkan dapat mengatasi berbagai masalah yang dihadapi bangsa. Dengan demikian kegiatan riset menjadi sarana untuk menunjukkan reputasi ilmiah sekaligus memberikan maslahat bagi masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan riset harus dilaksanakan secara terencana dan memiliki peta jalan yang sistematis dengan target-target capaian yang terukur. Dalam beberapa tahun terakhir, PUI-PT CESS tergabung dalam penelitian internasional diantaranya bersama IGES, Jepang dan INREM, Philippines hingga beberapa tahun ke depan dengan tajuk “ITMOB-Integrated Traditional and Modern Bioproduction System”.
Penelitian ITMOB telah memasuki tahun kedua, di mana salah satu agenda riset yang dilakukan berfokus pada Work Package-2, yaitu bersama-sama mengembangkan kerangka kerja bersama untuk menciptakan skenario sistem bioproduktif untuk masa depan yang berkelanjutan dan resilien terhadap perubahan iklim dan ekosistem. Sebagai upaya untuk mencapai target WP 2 tersebut, para peneliti PUI-PT CESS melaksanakan kegiatan Diskusi Kelompok Terarah/Focus Group Disscussion bersama para pemangku kepentingan di wilayah Kabupaten Sumedang. Kegiatan FGD dilaksakan pada Hari Senin, 1 Juli 2022 dengan berkolaborasi bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPPPEDA) Pemerintah Kabupaten Sumedang. Kegiatan tersebut merupakan FGD pertama yang dilakukan sebagai bagian dari proses Stakeholder Engagement pada riset E-Asia ini. Kegiatan dihadiri oleh 24 peserta yang terdiri dari Dinas-dinas terkait serta pemerintah kecamatan.
Kegiatan FGD dibuka secara langsung oleh Kepala BAPPPPEDA, kemudia dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Peneliti BAPPPEDA tentang resiko perubahan iklim di wilayah Kabupaten Sumedang terhadap sistembioproduksi. Selanjutnya pemaparan dari Peneliti PUI-PT CESS yang berisi materi tentang gambaran umum kegiatan riset E-Asia di wilayah Kabupaten Sumedang. Setelah pemaparan dari para narasumber selesai, selanjutnya adalah sesi diskusi bersama seluruh para peserta yang mendiskusikan permasalahan-permasalahan penting terkait perubahan iklim dan sistembioproduksi di wilayahnya masing-masing. Tidak hanya itu, di akhir acara para peserta diberikan angket untuk melakukan penilaian terhadap indikator-indikator dari Nature For Future.
Acara ditutup dengan kesepakatan bahwa semua pemangku kepentingan bersedia untuk terlibat dan mendukung kegiatan riset E-Asia, khususnya WP-2 yang berfokus pada pengembangan skenario sitem bioproduksi yang berkelanjutan dan resilien terhadap perubahan iklim dan ekosistem. Kegiatan FGD selanjutnya akan dilaksanakan bersama kelompok masyarakat pada Hari Kamis, 28 Juli 2022 dengan berkolaborasi bersama BAPPPPEDA Pemerintah Kabupaten Sumedang.

