[cess.unpad.ac.id, 01/08/2021] Pada kondisi Pandemi Covid-19 yang belum selesai, Centre for Environment and Sustainability Science (PUI-PT CESS) tetap konsisten berupaya mempublikasi dan mendiseminasi hasil penelitian di bidang lingkungan, salah satunya dengan mengadakan acara Webinar secara online. Acara Webinar dengan tema Kontribusi Urban Farming dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19 yang dilaksanakan pada hari Minggu, 1 Agustus 2021 merupakan Program Pengabdian Masyarakat Academic Leadership Grant dengan tema Kolaborasi dalam Menentukan Pertanian Kota Berkelanjutan berbasis Urban Farming di Bandung Raya, Provinsi Jawa Barat. acara yang dilaksanakan secara online tersebut dihadiri setidaknya oleh 209 peserta. Acara yang utamanya merupakan diseminasi hasil riset ini, sejalah dengan Roadmap Riset dari PUI-PT CESS.
Pada pelaksanannya, acara dibuka secara langsung oleh Dr. Susanti Withaningsih., M.Si, sebagai Kordinator Riset PUI-PT CESS. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari para narasumber. Narasumber pertama yaitu Ir. Gin Gin Ginanjar, M Eng, selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung. Kontribusi Program Buruan SAE dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan menjadi materi utama yang dipaparkan sebagai salah satu program urban farming berbasis integrated farming yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung. Program Buruan SAE bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan terbatas sebagai strategi ketahanan pangan di kota Bandung. Isu yang menjadi tantangan program Buruan SAE dalam mewujudkan ketahanan pangan kota adalah kerentanan terhadap ketersediaan pangan, kerawanan terhadap kualitas makanan yang aman dan sehat, serta kerawanan inflasi dan kenaikan harga. Kendati demikian, program Buruan SAE telah berkembang menjadi program yang mampu menambah pemenuhan pangan rumah tangga bagi anggota kelompok Buruan SAE di Kota Bandung.
Kemudian, narasumber kedua yaitu Ir. Ramalis Sobandi MT, PhD selaku Founder dari Tunas Nusa Foundation yang menyampaikan materi terkait dengan Peran Komunitas Urban Farming dalam Meningkatkan Aspek Ketahanan Pangan, Ekonomi, dan Lingkungan. Dalam mewujudkan aspek Ketahanan Pangan, Ekonomi, dan Lingkungan membutuhkan adanya kontribusi dari komunitas pertanian berbasis rumah tangga. Salah satu yang menjadi role model komunitas berbasis rumah tangga yang menggiatkan aktivitas pertanian kota adalah Tunas Nusa. Tunas Nusa merupakan komunitas yang berdiri sejak tahun 1996 yang telah memiliki program kolaborasi dalam meningkatkan kemandirian pangan. Beberapa diantaranya yaitu penerapan konsep UH4C terkait uji coba lahan sempit, Kebonbelajar serta implementasi pencegahan stunting berbasis pemberdayaan masyarakat.
Terakhir, narasumber ketiga yaitu Dr. Mochamad Arief Soleh, S.P.,M.Agr.Sc Selaku Dosen Fakultas Pertanian UNPAD yang menyampaikan materi tentang manajemen sustainable urban agriculture. Beliau menyampaikan terkait urban farming yang merupakan konsep menanam tanaman bermanfaat di lahan sisa di sekitar rumah. Komponen penting dalam menumbuhkan tanaman antara lain: kecukupan cahaya, kecukupan unsur hara, dan kecukupan media tanam. Tips memelihara tanaman budidaya adalah memperhatikan jenis tanaman, memilih media tanam yang bersifat gembur, memperhatikan nutrisi yang diperlukan, menghindari penyiraman yang berlebih atau kurang, memerlukan cek pH media tanam, memeriksa paparan sinar matahari, serta juga menghindari serangan OPT.
Setelah selesai pemaparan dari ketiga nara sumber, kemudian acara diakhiri dengan closing statement bahwa urban farming berpotensi menjadi solusi peningkatan ketahanan pangan khususnya dalam menghadapi tantangan pandemi Covid-19 yang berdampak pada kerawanan dan instabilitas pangan rumah tangga. Acara kemudian ditutup oleh Prof. Oekan S Abdoellah, MA, Ph.D sebagai Ketua Tim Penelitian Academic Leadership Grant (ALG) Universitas Padjadjaran. Melaui acara ini, diharapkan hasil riset yang telah dilakukan dapat terpublikasikan kepada masyarakat umum.
